Showing posts with label Cerpen/FF. Show all posts
Showing posts with label Cerpen/FF. Show all posts

Tuesday, December 10, 2013

Bukan Manusia Setengah Dewi



“Kemarin Aku tidak sempat memperkirakan hari ini. Dan hari ini Aku belum sempat berpikir untuk esok. Tapi hari ini Aku teringat hari kemarin. Maka hari ini takkan kubuat mawar menangis. Agar esok Aku dapat mengingat mawar indah hari ini” tulis Mala dalam blognya.
Mala seorang blogger muda. Ya, Dia muda. Dan Dia cantik. Rambut hitamnya panjang bergelombang. Parasnya tak usah diterka-terka, yang jelas dia cantik. Itu saja.
Rotasi waktu membawanya pada terik yang menyengat. Rumah kost-nya tanpa pendingin ruangan - terkadang cicak yang sedang merayappun gosong terbakar. Tapi Mala takkan terpanggang. Seorang pemuda siap menjemputnya. Mengajaknya dating di minggu ceria itu.
“Mala. Aku jemput kamu sekarang ya” pesan masuk di ponsel Mala.

Sunday, October 27, 2013

Baru Belajar Nulis Cerpen

- Belum Ada Judul -
Oleh : Komala Dewi

Nama gue IKA RIZKI NITINEGORO dan gue bukan adiknya Vicky Nitinegoro. Panggil aja gue IKA, ejaannya I-K-A Jangan salah ngeja. Karena bokap gue udah susah-susah milihin nama itu untuk gue.
***
Senin pagi, langit indah sekali. Gue bangun pagi dengan semangat berkobar-kobar . Karena itu gue gag mandi, takut apinya padam.  Ah, gue Cuma becanda. Gue gag mungkin bisa secantik Maudy Ayunda  kalau setiap pagi gag mandi. :D

Sunday, September 8, 2013

Di Dalam Bus Trans Musi


Namanya ….
Aku tak tau siapa namanya. Tapi hampir setiap hari aku meliahtnya di halte Trans Musi Sako dan ia selalu berhenti di halte Trans Musi Unsri Bukit Besar. Ia tampak selalu cantik dimataku, tatapannya, senyumnya yang selalu ku tunggu, ia manis sekali  dan satu lagi ia suka memakan permen karet lalu meniupnya seperti balon. Perempuan yang unik. Aku tak megenalnya tapi aku tahu ia istimewa.

Tetapi ia selalu datang dan pergi  berdua bersama lelaki, Aku yakin itu pacarnya. Mereka tampak akrab, terkadang mereka bercanda tertawa bersama dan ia tampak bahagia bersama lelaki itu. Lelaki tampan yang seumuran dengannya.


Saturday, August 24, 2013

Mak Comblang

minion itu cewek atau cowok sih? #loh

Dulu waktu zaman-zamannya SMA  saya pernah nyomblangi temen gitu, Cuma sekali sih tapi berhasil. *Yey Rasanya seperti ada kepuasan tersendiri.

Si cewek dan si cowok adalah pasangan terbaik yang berhasil jadian dalam sejarah pencombalngan saya #lalayeyey.

Awalnya, si cowok ( bukan nama asli :D ) yang berstatus kakak tingkat bertampang menawan ternyata suka sama sahabat  saya si cewek ( bukan nama asli :D ). Si cewek emang cantik, manis, imut tapi tetep masih cantikan saya #Keepcalm terus si cowok nemuin saya gitu minta tolong bantuin comblangin  sama sahabat saya si cewek dengan cara memberi tahu semua hal tentang si cewek dan juga semua kegiatan yang si cewek lakuin.

Saturday, December 22, 2012

#FF2in1 Aku janji "Mama"

Dina tampak sibuk dengan skripsinya, Malam semakin larut.
"huuuamm". mama nya datang. "sayang udah malam harusnya kamu istirahat". sambil meletakan susu dimeja belajar anaknya. " tidak ma, aku harus selesaikan skripsiku".jawab dina. " ia sayang kamu pasti bisa mama yakin. " bukan itu saja ma, aku ingin mama hadir di acara wisudaku, mendengrkan nama ku nanti di panggil degan Pujian".cerita dina dengan semangat. " sayang kamu lulus saja itu sudah memmbuat mama bangga , sekarang kamu istirahat ya.  sambil dielusnya kepala dina. " Makasih ya ma aku semakin semangat buat menyelesaikan skripsi ku, Makasih juga telah menemaniku bergadang. " apapun akan mama lakukan untuk mu sayang".

Dari lagu Il Divo "Mama"

#FF2in1 - Oh anak ku

Malam ini begitu dingin, bahkan sampai menusuk ke tulang.
tiba-tiba telphone berbunyi. "Assalammualaikum nak?? Ibu menjawab telphone . "waalakumsalam bu, ibu aku butuh uang bu" jawab anak. "buat apa nak bukan nya kemarin sudah ibu kirim ". Jawabnay dari telphone, " suara ibu lirih. " ibu kuliah itu butuh banyak uang, ibu mau aku disini kelaparan?? "pokoknya segera kirim uang "! tuutuutt tuuutt . ia menutup telphone tanpa pamit.

Ya allah, batin ibu itu. " aku sudah tidak punya apa-apa lagi. ia tingga sendirian. suaminya baru saja meninggal satu bulan yang lalu. " ia tak kuasa melihat anaknya sengsara dikota orang. " itu yang selalu ibu pikirkan. tetapi anaknya terus saja mendesak ingin meminta uang. lalu apa lagi yang akan ku jual ??

Iwan Fals - Ibu